Kisah Tukang Becak di Surabaya, Sukses Naik Haji setelah 37 Tahun Menabung 

Hari Tambayong
Mudjib, tukang becak di Surabaya sukses berangkat haji. (Hari Tambayong).

"Saya nabung sejak tahun 1986. Kalau dihitung ya 37 tahun. Uang hasil narik becak saya kumpulkan sedikit demi sedikit. Alhamdulillah cukup untuk mendaftar," katanya. 

Sejatinya Mudjib mendaftar haji bersama sang istri dijadwalkan berangkat pada 2020. Namun, karena pandemi Covid1-9 melanda, keberangkatan ibadah haji Mudjib dan istri ditunda. 

Sayangnya, Mudjib gagal berangkat berdua. Sebab pada tahun 2020 sang istri meninggal dunia. "Iya tadinya mau berangkat dengan istri. Tapi lebih dulu meninggal karena Covid-19," katanya. 

Meski begitu dia bersyukur bisa meraih mimpinya pergi ke tanah suci. "Alhamdulillah, senang sekali mas. Kawan-kawan juga terus ngasih semangat. Katanya kalau sudah pernah ke sana pasti ingin datang lagi," ujarnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Haru Nenek Penjual Tempe di Kuningan Berangkat Haji usai Nabung 25 Tahun

57 tahun lalu

Nabung 50 Tahun, Nenek 22 Cucu Penjual Cilok di Pasuruan Berangkat Haji

57 tahun lalu

Dilarang Beroperasi saat Arus Mudik, Tukang Becak di Cirebon Tagih Kompensasi

57 tahun lalu

Wow! Anak SD di Ponorogo Beli Motor Pakai Uang Koin 4 Karung Senilai Rp20,4 Juta

57 tahun lalu

25 Tukang Becak di Pemalang Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal