Sekitar 20 penumpang berhasil dievakuasi dengan pesawat dan dibawa ke Surabaya. Sementara perahu nelayan menyelamatkan puluhan penumpang, baik orang Eropa maupun bumiputera ke daratan.
Untuk memperingati peristiwa itu, sebuah monumen didirikan daerah kecamatan Brondong-Lamongan. Monumen Van Der Wijk ini berada di halaman Kantor Perum Prasana Perikanan Samudra Cabang Brondong yang berada di belakang gapura menuju Pelabuhan dan Tempat PeIelangan Ikan-Brondong.
Di Monumen Van Der Wijk itu terdapat dua prasasti yang berada di dinding barat dan timur monumen. Prasasti itu terbuat dari pelat besi dan bertuliskan dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia.
Monumen itu dibangun Belanda untuk mengenang kisah tenggelamnya kapal itu di perairan Lamongan. Monumen itu juga dituliskan ucapan terima kasih dari Belanda kepada warga Lamongan yang pada saat musibah terjadi telah memberikan bantuan.
Diketahui, Kapal Van Der Wijck yang tenggelam di Laut Jawa pada tahun 1936 telah ditemukan. Dugaan lokasi atau titik tenggelamnya kapal mewah di masanya tersebut berada di sekitar perairan Brondong Lamongan.