Kisah Sunan Bonang Membelah Diri, Perampok Sadis Takjub hingga Sujud Memeluk Islam

Avirista Midaada
Sunan Bonang, Wali Songo yang memiliki karomah dan kesaktian hingga membuat perampok sadis Berandalan Lokajaya tunduk memeluk Islam. (Foto: Ilustrasi/SINDOnews)

Dikisahkan kemudian Sunan Bonang mengeluarkan kesaktiannya. Dia menjelma menjadi empat bahkan lima orang dengan sosok yang sama.

Sosok itu kemudian mengepung Lokajaya yang hendak berniat jahat. Mendapati lawannya membelah diri menjadi banyak sontak saja Lokajaya berlari. 

Lokajaya berlari begitu cepat untuk meloloskan diri. Tapi sejauh ia berlari, sosok Sunan Bonang ini justru mengepungnya. Lokajaya terus berlari dan berlari lagi. Namun, lagi-lagi ada sosok Sunan Bonang hingga empat sampai lima orang dengan rupa yang sama. 

Makam Sunan Bonang selalu dikunjungi ribuan peziarah menjelang Ramadan.

Usaha Lokajaya ini akhirnya pupus. Dia kelelahan dan mengalah ke Sunan Bonang. Bahkan Lokajaya terduduk lemas tak berdaya akibat terus dikejar Sunan Bonang. 

Sunan Bonang pun mendekati Lokajaya yang ketakutan dan lelah dibuat pasrah. Lokajaya kemudian meminta ampun dan bertekad bertobat. 

"Hamba berserah diri pada Paduka," demikian ucap Lokajaya. 

"Kamu betul-betul bertobat padaku?" tanya Sunan Bonang. 

"Ya Tuan, hamba meminta hidup, terserah Tuan hamba menurut," kata Lokajaya. 

Percakapan kedua orang ini akhirnya berujung pada permintaan Sunan Bonang untuk menunggu tongkat yang dibawanya. Lokajaya pun menyanggupinya, sedangkan Sunan Bonang pergi meninggalkan Lokajaya. 

Konon hingga setahun lamanya Sunan Bonang meninggalkan Lokajaya yang masih terdiam menjaga tongkat Sunan Bonang.

Suatu ketika Sunan Bonang teringat bahwa tongkatnya tertinggal di hutan dan beliau datang untuk mengambilnya. Tapi beliau dibuat terkejut lantaran semuanya telah berubah. 

Pohon beringin telah tumbuh rindang dan banyak semak belukar. Akarnya bahkan melilit di tubuh Lokajaya yang tak beranjak menjaga tongkat Sunan Bonang. Sunan Bonang tak ingat tempat ia meninggalkan tongkatnya dan Lokajaya. 

Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban, Jatim. (Foto: tubankab.go.id)

Selanjutnya Sunan Bonang pun menyalakan api dan hutan segera terbakar. Seluruh hutan terbakar, tapi Lokajaya tak juga bergerak hingga seluruh tubuhnya ikut terbakar. Lokajaya yang telah tidak makan dan tidur, coba didekati oleh Sunan Bonang. 

Namun Lokajaya tidak mengetahui kedatangan Sunan Bonang, hingga akhirnya Sunan Bonang membuat nasi hangat, kemudian diberikan kepada Lokajaya. Sesaat setelah memakan nasi dari Sunan Bonang inilah Lokajaya akhirnya tersadarkan diri. 

Tetapi ia belum bisa berbuat apa-apa, Lokajaya pun diminta makan. Kesadaran Lokajaya perlahan-lahan mulai pulih, segeralah dia bersujud di kaki Sunan Bonang gurunya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karomah Mbah Bolong, Buat Lubang di Masjid Sunan Ampel Tembus Kakbah

57 tahun lalu

Karomah Mbah Kholil Bangkalan, Kirim Pasukan Lebah Gaib Lawan Penjajah

57 tahun lalu

Kisah Sunan Bonang, Maestro Dakwah Islam Lewat Gamelan dan Puisi Mistikal

57 tahun lalu

Kisah Karomah Kiai Abbas Buntet, Bakiak dan Tasbih Hancurkan Pesawat Belanda

57 tahun lalu

Karomah Sunan Kalijaga, Punya Baju Pusaka yang Buat Tubuh Jadi Kebal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal