Kisah Suku Osing di Banyuwangi dan Ekspansi Mataram Islam ke Wilayah Blambangan 

Avirista Midaada
rumah adat Suku Osing di Banyuwangi. (foto: travel).

Perang besar pun terjadi. Seluruh warga masyarakat Blambangan banyak yang mengungsi ke pegunungan dan daerah lain akibat perang. Karena terdesak oleh kekuatan pasukan Mataram, adipati Blambangan pun meminta bantuan ke kerajaan Bali. Bantuan dari Bali pun datang. 

Pasukan dari Bali ini dipimpin oleh Dewa Lengkera dan Dewa Agung. Lalu sebagai pembantunya adalah Panji Baleleng dan Panji Macan Kuning.

Bantuan dari Bali langsung terlibat dalam peperangan melawan tentara Mataram di depan pintu gerbang kota. Peperangan semakin berkobar. Para tentara dari kedua belah pihak pun saling berguguran, hingga akhirnya, tentara Mataram berhasil menguasai kota Blambangan. Kota ini telah ditinggalkan oleh penduduknya ke pengungsian.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Dansatgas Merah Putih TNI Ungkap Tantangan Misi Kemanusiaan ke Gaza: Masuk Area Pertempuran

57 tahun lalu

TNI AL Peringati Pertempuran 5 Hari di Semarang, Perjuangan Rebut dan Pertahankan Objek Vital

57 tahun lalu

Profil Pangdam Diponegoro Mayjen Tandyo Budi Revita, Pernah Terjun ke Operasi Seroja 

57 tahun lalu

Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari Bakar Semangat Santri di Pertempuran 10 November 1945

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal