Kisah Pilu Peternak di Lumajang, Sembelih Sapi hingga Jual Murah gegara PMK

Yayan Nugroho
Sapi mati terjangkit PMK

LUMAJANG, iNews.id - Kisah pilu peternak di Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang harus menjual sapi perahnya dengan harga murah hingga terlilit utang. Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternaknya tidak bisa dihindari.

PMK rupanya membuat produksi susu sapi perah peternak berkurang. Sementara, untuk pengobatan biaya pun cukup tinggi sehingga membuat mereka menjual sapinya dengan harga murah.

Dari video amatir yang diterima iNews, peternak sapi perah di Kecamatan Senduro, Lumajang terpaksa menyembelih atau memotong sapi yang hampir mati akibat terpapar wabah PMK. Para peternak terpaksa memotong sapi yang hampir mati untuk menghindari kerugian yang makin parah.

Wabah PMK telah hampir sebulan terakhir menyerang sentra peternakan sapi perah di Kecamatan Senduro.

Dari populasi sapi perah sebanyak 5.543 ekor sapi, lebih dari 700 ekor sapi terserang PMK, enam ekor sapi perah di antaranya mati dan puluhan ekor terpaksa dipotong sebelum mati.

Salah seorang peternak, Salim  yang terdampak wabah PMK ini bahkan harus menjual 12 ekor sapi perahnya dalam keadaan sakit dengan harga yang sangat murah.

"Awalnya saya punya 36, satu ekor saya jual Rp40 juta. Sementara yang 12 itu dijual Rp9 jutaan," ucap Salim.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Truk Kayu Ugal-ugalan di Lumajang, Sopir Ditangkap Kendaraan Ditahan Polisi 30 Hari

57 tahun lalu

Perjuangan Siswa di Kaki Semeru Lumajang, Seberangi Banjir Lahar demi ke Sekolah

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Lagi Hari Ini, Awan Panas Meluncur 5.000 Meter ke Tenggara

57 tahun lalu

Gunung Semeru Meletus Dahsyat Hari Ini, Luncurkan Awan Panas 4.000 Meter

57 tahun lalu

Lumajang Hari Ini Diguncang 2 Kali Gempa Bumi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal