Kisah Lambang Kerajaan Majapahit yang Terinspirasi Pertempuran Melawan Kediri 

Avirista Midaada
Tentara Kerajaan Majapahit. (ilustrasi).

Ketika hampir tertangkap oleh Mahisa Mundarang, Raden Wijaya memancal tanah basah yang terbajak. Tanah basah itu jatuh pada dada dan dahi Mahisa Mundarang. Lantaran terlihat, Kebo Mundarang mundur kembali. 

Raden Wijaya pun terus berlari menghindar dari kejaran musuh. Semuanya serba kotor kena lumpur. Setelah beristirahat, Raden Wijaya bertukar pakaian dan semua para pengikutnya diberi pakaian. 

Pemberian itu ialah cawet geringsing. Mereka yang menerima pemberian itu bertambah besar semangat juangnya. Mereka percaya bahwa mereka pasti akan menang. 

Sore hari, mereka kembali menuju Singasari. Lembu Sora, Gajah Pegon, Medang Dangdi, Mahisa Wagal, Nambi, Banyak Kapuk, Kebo Kapetengen, Wirota, Wiragati, dan Pamandana berjalan di muka sebagai pasukan penggempur. 

Mengenai lambang (china) yang berupa wilma atau maja, uraiannya terdapat dalam Kidung Panji Wijayakrama IV.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban

57 tahun lalu

Terungkap Identitas Pria Korban Pembunuhan Ditemukan di Sungai Jombang, Warga Kediri

57 tahun lalu

Atap Rumah di Kediri Roboh Diterjang Hujan Deras, Petugas Bantu Bersihkan Puing Bangunan

57 tahun lalu

Tragis! Kakek 70 Tahun di Jombang Luka-Luka Dibacok Anak Jalanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal