Nilai-nilai utama dari Kiai As'ad yang diyakini selalu menjadi sarana mendukung dan menyelamatkan Sawi dalam hidup dan tugas sebagai prajurit adalah "menjadi sebaik-baik umat".
Sawi masih ingat ketika para santri dikumpulkan di aula Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Kiai As'ad memberi wejangan dalam Bahasa Madura. Intinya, "Berpikirlah untuk (membantu) orang lain, maka orang itu dapat, kita juga dapat, bahkan berlipat-lipat. Kemudian hidup kita juga akan dimudahkan oleh Allah. Kalau kamu hanya mikirkan dirimu, kamu hanya dapat satu, orang lain tidak dapat".
Wejangan Kiai As'ad itu kemudian dimaknai oleh Sawi sebagai penjabaran dari, "Sebaik-baik umat adalah umat yang banyak bermanfaat bagi umat lainnya". Nilai-nilai itu yang kemudian selalu ia bawa untuk menjalankan tugas. Ketika nilai-nilai itu dipadukan dengan prinsip "titik nol", maka bagi Sawi tidak ada tugas yang berat.