Kisah Kendi Sakti Bharada, Air Cucuran Jadi Sungai Batas 2 Kerajaan Warisan Raja Airlangga

Avirista Midaada
Kisah Kendi Sakti Bharada, Air Cucuran Jadi Sungai Batas 2 Kerajaan Warisan Raja Airlangga (Foto: Aroengbinang).

Ibu kota Kerajaan yang didirikan Airlangga itu letaknya harus di bagian utara Jawa. Dia yakin bahwa sungai yang menjadi batas alam antara Panjalu dan Janggala ialah Sungai Lamong, yang juga mengalir dari barat ke timur menuju Selat Madura di sebelah selatan Gresik. Sungai Lamong juga mempunyai anak sungai yang bernama Lanang, artinya sama dengan Panjalu. 

Teori itu terbentur kepada kesulitan untuk menyesuaikan letaknya prasasti Turun Hyang, 1044, yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Garasakan dari Janggala, karena prasasti itu terdapat di Desa Truneng sebelah timur laut Pamotan dekat Sungai Porong. Desa Truneng karenanya termasuk wilayah kerajaan Panjalu, jadi daerah musuh.

Maka kesimpulannya perbatasan alam antara kedua kerajaan ini ada pada Sungai Porong. Seberang utara wilayah Sungai Porong adalah wilayah Kerajaan Janggala, sedangkan Kerajaan Panjalu wilayahnya sama dengan Daha atau Kediri, seperti yang ada di selatan Sungai Porong.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jejak Airlangga, Sang Raja Besar Jawa di Kerajaan Kahuripan dan Kediri

57 tahun lalu

Benteng Otanaha Jejak Kuno Gorontalo, Kisah Kepahlawanan Naha Sang Penemu Benteng

57 tahun lalu

Raja Airlangga, Pendiri Kerajaan Kahuripan di Lereng Gunung Lawu

57 tahun lalu

Kesaktian Mpu Bharada, Kalahkan Calon Arang hingga Terbang ke Bali dengan Selembar Daun

57 tahun lalu

Kesaktian Mpu Barada, Penasihat Raja Airlangga Kalahkan Calon Arang Penyihir Perempuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal