Kisah Kemesraan Kerajaan Pajajaran dengan Portugis di Bawah Pimpinan Prabu Siliwangi

Avirista Midaada
Salah satu peninggalan Kerajaan Pajajaran. (Foto: serarahlengkap).

Sri Baduga Maharaja yang bergelar Prabu Siliwangi memilih untuk menyebut negaranya sebagai Kerajaan Sunda, saat saling bertukar menukar utusan. 

Melalui bandar, para pedagang dari mancanegara bersatu padu menukarkan barang yang dibawa. Sedangkan pihak kerajaan memfilter segalanya dan membelinya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari rakyatnya. Hal lain yang ditorehkan Sri Baduga Maharaja yakni mampu mengayomi seluruh rakyat Sunda. 

Sang raja mampu membukakan lapangan pekerjaan yang menurut masyarakat Sunda sendiri merasa terbantu. Pekerjaan ini seperti di bandar-bandar Jawa bagian barat, membuka perladangan, petani merica, lada, kain tenun, dan lain sebagainya. 

Hubungan dengan Portugis ini bahkan masih mesra setelah Sri Baduga turun dari kursi raja. Anaknya Surawisesa, yang naik menjadi raja kedua Pajajaran meneruskan kerja sama dan hubungan baik itu. Surawisesa yang sempat diutus menghubungi Alfonso de Albuquerque di Malaka, berhasil menciptakan sejumlah kesepakatan perdagangan, sekaligus perdamaian negara.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Prabu Surawisesa, Putra Prabu Siliwangi yang Gagal Pertahankan Kejayaan Pajajaran

57 tahun lalu

Misteri Prabu Siliwangi, Raja Legendaris Kerajaan Sunda

57 tahun lalu

Kisah Tragis Ratu Nilakendra, Raja Pajajaran yang Lari ke Hutan saat Istana Diserbu Banten

57 tahun lalu

Cerita di Balik Asal Usul Nama Pakuan Pajajaran, Ibu Kota Kerajaan Pajajaran

57 tahun lalu

Kisah Ratu Sakti, Raja Pajajaran Kontroversial Suka Bunuh dan Rampas Harta Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal