Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

Avirista Midaada
Makam pejuang di Coban Jahe menjadi saksi gugurnya 38 anggota Kompi Gagak Lodra akibat pengkhianatan pribumi. (Foto: MPI/Avirista M)

Setelah pertempuran, sisa pasukan berkumpul di Garotan, Wajak, dan dibangun kembali. Dengan bantuan Letnan Soemodiharjo, mereka mendapat tambahan senjata berat seperti senapan mesin 12.7, 13.2, mortir 8, dan senjata ringan.

Dengan kekuatan penuh, Kompi Gagak Lodra berhasil mempertahankan wilayah Wajak dan menyerang pos-pos Belanda di Wajak, Codo, dan Turen.

“Beberapa kali pasukan Belanda mencoba menyusup ke daerah basis gerilya tetapi kami gagalkan karena kerjasama antara tentara dan rakyat yang terjalin erat,” ucap Eko.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Respons Istana soal Soeharto Diusulkan jadi Pahlawan Nasional: Tidak Ada Masalah 

57 tahun lalu

Prabowo Segera Umumkan Nama-Nama Tokoh yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Siapa Saja?

57 tahun lalu

Lirik Lagu Hymne Guru: Mengenang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

57 tahun lalu

Cerita Masjid Bungkuk Malang Jadi Tempat Menggembleng Pejuang 10 November hingga Kebal Senjata

57 tahun lalu

Kisah Laksamana Muda John Lie, Pelaut Legendaris Selundupkan Senjata untuk Pejuang RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal