Kisah Kediri, Kerajaan yang Dibangun dari Cucuran Darah dan Air Mata Perang Saudara

Solichan Arif
Prabu Jayabaya (istimewa).

Ceceran air mulai dari wilayah Gunung Kelud menuju arah selatan menjadi tapal batas dua wilayah kerajaan baru.

Pertama, Kerajaan Panjalu atau Daha dengan ibu kota Kadiri dengan raja Sri Samarawijaya. Kemudian Kerajaan Jenggala yang berpusat di kota lama, Kahuripan, diperintah saudaranya yang bernama Mapanji Garasakan.

Peristiwa pembelahan dua kerajaan ini berlangsung pada 1042. Namun tapal batas gaib melalui perantara Mpu Bharada tidak mampu mencegah bahaya pelanggaran aturan kedewataan.

"Tidak lama sesudah Airlangga meninggal dunia ini, terjadilah pertempuran antara dua negara ini: Daha dan Jenggala,” tulis R. Moh Ali. S.S. dalam “Perdjuangan Feodal Indonesia”.

Prasasti Turunhyang B yang dikeluarkan Raja Jenggala Mapanji Garasakan pada 1044 (966 saka), menceritakan perang saudara tersebut. Daha atau Panjalu dengan Jenggala berperang.  

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban

57 tahun lalu

Terungkap Identitas Pria Korban Pembunuhan Ditemukan di Sungai Jombang, Warga Kediri

57 tahun lalu

Atap Rumah di Kediri Roboh Diterjang Hujan Deras, Petugas Bantu Bersihkan Puing Bangunan

57 tahun lalu

Tragis! Kakek 70 Tahun di Jombang Luka-Luka Dibacok Anak Jalanan

57 tahun lalu

Viral Aksi Kejar-kejaran Pelaku Tabrak Lari di Tulungagung, Berakhir di Kediri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal