“Kami sering mendapatkan cerita menyenangkan tentang UNAIR dari sosok kakak yang bagi kami sangat berharga, karena terus memotivasi kami agar dapat meneruskan jejaknya,” kata Mia.
Sementara Nia melanjutkan, kakaknya merupakan salah satu sosok di balik keberhasilannya lolos SNBP. Mereka mendapat arahan dan wejangan untuk memilih program studi (prodi) yang sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing. Berkat dukungan penuh dari sang kakak menjadi bahan bahan mereka untuk tetap semangat.
Sepasang saudara kembar itu bukanlah berasal dari keluarga yang beruntung. Mia dan Nia harus berusaha keras untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi seperti kakaknya. Mereka mengaku tidak bisa merasakan fasilitas bimbel ternama seperti teman-teman lainnya.
Keterbatasan kondisi tersebut tak menyurutkan semangat mereka untuk mewujudkan impian. Mia dan Nia memanfaatkan platform YouTube untuk mendapatkan materi tambahan selain dari pembelajaran sekolah. Mereka pun kompak untuk belajar bersama dan saling menguatkan satu sama lainnya.
“Saat di bangku SMA, jujur kami mengalami minder dengan teman lainnya yang dapat bimbel dari kelas 10. Kami menyakini keterbatasan yang kami alami bukanlah akhir dari segalanya. Kami mengupayakan apapun untuk mewujudkan impian kami sejak kecil,” kata mereka.