Namun di pertengahan kelas 4, Marlon harus pindah ke Indonesia, tepatnya di kota kelahirannya, Jakarta. Hingga saat ini, Marlon melanjutkan pendidikannya di Indonesia.
Sebelum diterima di Unair, dia bersekolah di SMAK Penabur Gading Serpong di Tangerang.
“Saya ingin keluar dari zona nyaman saya dan mau belajar banyak hal serta mengeksplorasi diri saya,” katanya.
Punya Minat Tinggi dengan Matematika
Marlon punya minat tinggi terhadap matematika yang mendasarinya memilih prodi tersebut di Unair.
“Alasan saya memilih jurusan matematika, saya ingin melatih fleksibilitas otak saya, mengembangkan cara memecahkan berbagai masalah dan berpikir kritis,” ucapnya.
Sebagai salah satu mahasiswa termuda, Marlon tentu memiliki kekhawatiran dalam menjalani masa perkuliahan nantinya. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang untuk dia mengeksplorasi diri di masa kuliah.
“Menjadi mahasiswa termuda di Unair sejujurnya agak menakutkan dan kadang membuat cemas, tetapi saya bersyukur bisa lulus SNBT dan bisa masuk di Unair,” katanya.