“Ya sebisanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri, bersyukur juga terkadang bisa bantu orang tua. Sejak SD saya berjualan tas, stiker, masker wajah, aksesoris dan kerudung,” ucapnya.
Kegiatan berjualan sampingan ini Love’s lakukan hingga penghujung pendidikan di SMA 1 Probolinggo. Bukan karena bosan, dia mengaku terpaksa berhenti berjualan karena memang sepi peminat.
Begitu kuat keinginanannya untuk melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Bahkan dia berusaha untuk selalu meyakinkan kepada kedua orang tuanya jika dia akan berusaha mencukupi sendiri kebutuhan biaya kuliah nantinya.
“Akhirnya ya saya terbiasa berjuang dan akan selalu berjuang untuk mimpi-mimpi. Saya pun sempat bekerja sebagai pramuniaga di butik dan menjadi host live sebuah online shop,” ujarnya.
Antara belajar dan mencari uang, rupanya memaksa Love’s mampu menata waktu dengan baik. Tak heran dia pun konsisten berprestasi sejak di bangku SD hingga SMA dengan selalu menduduki peringkat terbaik di kelas.