Kisah Gayatri, Pilih Jadi Biksu karena Merasa Bersalah Bunuh Raja Majapahit

Avirista Midaada
Gayatri (Foto: Alchetron).

SURABAYA, iNews.id - Istri Raden Wijaya, Gayatri, digadang-gadang menggantikan Jayanegara sebagai raja Majapahit. Namun, perempuan cantik itu menolak karena merasa bersalah ikut terlibat dalam pembunuhan raja Majapahit. 

Sebagai gantinya, dia menyerahkan takhta kerajaan kepada putrinya Tribhuwana Tunggadewi. Naiknya Tribhuwana Tunggadewi menjadi raja menyenangkan hati para penduduk Kahuripan-Jiwana, tempat Tribhuwana saat menjadi penguasa di wilayah kekuasaan Majapahit. 

Pengukuhan Tribhuwana Tunggadewi sebagai Raja Majapahit juga membuat Gayatri sangat bahagia. Sebab, dia menyaksikan semua orang mendapat manfaat dari kerja sama antara penguasa yang diangkat dengan pasangannya dalam berbagi masalah dan kesuksesan dalam mengelola pemerintahan. 

Di sisi lain Gayatri setelah menolak jabatan sebagai raja sama sekali tak berniat menikah lagi. Padahal saat itu Gayatri masih cukup cantik dan mempesona beberapa laki-laki. Demikian kata Prof Slamet Muljana pada buku "Gayatri Rajapatni: Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit". 

Tetapi sebagai penganut Buddhis, dia tak percaya bahwa para janda berkasta bangsawan harus terjun ke dalam api pembakaran jasad suaminya. Namun dia meyakini bahwa mereka pantas undur diri dari kehidupan duniawi. 

Istri pendiri Majapahit ini pun memilih memangkas rambutnya dan menjadi seorang biksu Buddha. Ia pun tak lagi terlibat pada kehidupan di publik Majapahit kala itu. Namun ia tetap bisa diam-diam membawa putrinya serta cucu-cucunya menjalankan pemerintahan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pendeta Asal Tomohon Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Makassar, Sempat 5 Hari Dirawat

57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Berdarah Pemberontakan Ranggalawe di Tuban: Pasukan Majapahit Dipukul Mundur

57 tahun lalu

Hubungan Mesra Kerajaan Sunda dan Majapahit sebelum Meletusnya Perang Bubat

57 tahun lalu

Bejat! Pendeta di Blitar Cabuli 3 Anak Selama 2 Tahun, Modus Beri Imbalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal