Kisah Drama Fatimah dan Perjuangan Kakek Anies Baswedan yang Gemparkan Surabaya

Solichan Arif
Komunitas Arab Nusantara (repro).

Sikap nasionalisme itu bertentangan dengan garis pemikiran para wulaiti yang tetap berorientasi politik dan ekonomi ke Hadramaut. Drama Fatimah yang berisi lakon delapan babak dianggap para wulaiti sebagai kritik keras dari orang-orang PAI.

“Mereka merasa diinjak-injak oleh isi drama itu, yang dianggap membidik mereka”.

PAI kaget dengan keributan yang ditimbulkan oleh drama Fatimah, namun tidak gentar menghadapi tuduhan dan permusuhan. A.R Baswedan, dalam tulisannya di jurnal Insaf dan Aliran Baroe menilai kaum wulaiti tidak tahu apa-apa tentang teater dan kesulitan menilai teater dengan benar.

PAI meminta khalayak ramai tidak membangkitkan kebencian, tapi mempelajari naskah Fatimah dengan seksama. Pada pertengahan tahun 1939 drama Fatimah dipentaskan di Cirebon, Jawa Barat.

Yang terjadi, kegaduhan pecah di Surabaya, Jawa Timur sebagai reaksi pementasan Cirebon. Keributan dilakukan oleh orang-orang yang membawa revolver, kelewang, golok, dan pisau belati. Mereka menolak drama Fatimah dimainkan.

Pertunjukkan pun dibatalkan di tengah jalan. Begitu juga pementasan di Batavia (Jakarta) di tahun yang sama, juga batal. Para pemuka wulaiti bahkan menghubungi konsul Inggris di Batavia untuk memprotes pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Intinya, drama Fatimah distop. Namun permintaan itu ditolak dengan alasan konflik yang terjadi sebagai masalah internal. Sementara di sisi lain para pemimpin dan cendekiawan di Hindia Belanda semakin banyak mempertimbangkan upaya pelarangan drama Fatimah.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pernyataan Mengejutkan Anies Baswedan Usai Lihat Langsung Lokasi Bencana Sumatera

57 tahun lalu

Anies Resmikan Jembatan Titian Persatuan di Pandeglang, Penghubung Kampung dengan Desa

57 tahun lalu

Anies Lapor akan ke Solo, Netizen Heboh: Ajakin Pak Jokowi Biar Ada Kegiatan setelah Pensiun

57 tahun lalu

Isi Kuliah di Ponpes Gus Baha, Anies Baswedan Tanggapi Dorongan Masuk Capim KPK

57 tahun lalu

Jeje-Ronal Ditunjuk PDIP Maju Pilgub Jabar 2024, Reaksi Keduanya Sama-Sama Kaget

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal