Pada prasasti tersebut, tokoh Tohjaya disebutkan menjadi Raja Kediri menggantikan adiknya yang bernama Guningbhaya. Pemberitaan Pararaton bahwa Tohjaya adalah Raja Tumapel atau Singasari adalah keliru.
Berdasarkan Prasasti Mula Malurung, tokoh Tohjaya mungkin memang tidak pernah membunuh Anusapati sesuai pemberitaan Negarakertagama.
Jika Tohjaya benar-benar melakukan kudeta disertai pembunuhan, maka sasarannya bukan Anusapati, melainkan Guningbhaya.