Menurut Alfa, kegiatan Kirab Satu Negeri ini sebagai ikhtiar kecil GP Ansor untuk merekatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa yang terlihat mulai retak.
Dia membeberkan, ada empat kondisi yang menjadi alasan pelaksanaan Kirab Satu Negeri ini. Pertama, adanya ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan kita. Kedua, ancaman dari pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik dan menjadikannya sebagai sumber konflik. Ketiga sikap mayoritas rakyat yang lebih memilih diam.
“Terakhir yang keempat, dalam skala global, kami juga prihatin atas kondisi negara-negara lain, khususnya dunia Islam, yang saat ini dilanda konflik dan peperangan yang tak kunjung usai,” ucapnya mengutip amanah Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.
Alfa mengungkapkan, Kirab Satu Negeri bertujuan mengokohkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pengikat kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selain itu, kami ingin agama menjadi rahmah, sumber kasih sayang dan perdamaian, sebagaimana telah dipraktikkan berabad-abad oleh nenek moyang kita. Kami ingin semua orang, mayoritas masyarakat yang toleran dan cinta persatuan, berani bersuara, tidak lagi memilih diam. Kami ingin Indonesia yang majemuk namun hidup rukun dan damai serta menjadi inspirasi teladan bagi dunia,” tuturnya.
Sementara itu, setelah tadi malam disambut Ketua Bappeda Banyuwangi Yayan Wapotondo di pendopo kabupaten, tim Kirab Satu Negeri Tim 17 berziarah ke makam pendiri Ansor. Selanjutnya bersilaturahmi ke Pesantren Mabadiul Ihsan di Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, dan meneruskan perjalanan menuju Kabupaten Situbondo dan Probolinggo.