Khutbah Jumat NU Terbaru tentang Memaknai Rebo Wekasan di Bulan Safar

Kastolani Marzuki
Khutbah Jumat NU terbaru tentang memaknai Rebo Wekasan di Bulan Safar yang perlu dijadikan momentum untuk muhasabah diri. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Khutbah Jumat NU terbaru tentang memaknaiRebo Wekasan di Bulan Safar momentum untuk muhasabah diri.

Saat ini, umat Islam sudah memasuki Bulan Safar, bulan kedua hijriah seteah Muharram. Shafar atau Safar satu suku kata dengan kata Shifr [صفر [yang berarti kosong. Bulan ini dinamakan safar atau shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang.

Di kalangan masyarakat Jawa, Bulan Safar atau Sapar kerap dihubungkan dengan mitos bulan sial dan banyak bencana. Pada masa Arab Jahiliyah, bulan Safar juga disebut bulan sial. 

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ra disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

لا عدوى ولا طيرة ةلا هامة ةلا صفر وفر من المجذوم كما تفر من الأسد

Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar secara sendirinya), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga Safar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.”

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tradisi Rebo Wekasan, Warga Berebut Curak Sedekah Keraton Kasepuhan Cirebon

57 tahun lalu

Bacaan Doa Rebo Wekasan Beserta Artinya, Dibaca setelah Sholat Magrib

57 tahun lalu

Teks Khutbah Jumat Minggu Terakhir Bulan Safar: Rebo Wekasan Menurut Islam

57 tahun lalu

Doa Rebo Wekasan, Lengkap Arab, Latin, Beserta Artinya agar Dijauhkan Musibah

57 tahun lalu

Tradisi Rebo Wekasan Berasal dari Daerah Mana? Ini Asal Usul dan Pencetusnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal