Keputusan Anas ini sontak mengejutkan banyak pihak. Apalagi, keputusan mundur ini disampaikan tiga hari sebelum pendaftaran di KPU. Selain mengubah peta kekuatan partai di Pilgub Jatim, mundurnya Anas ini juga menjadi sinyal retaknya koalisi PKB dan PDIP. Kedua partai ini bisa pecah kongsi dan membuka peluang terbentuknya kekuatan baru.
Sementara itu, pada kunjungannya di Banyuwangi, Khofifah didampingi bakal calon wakil gubernur (cawagub) Emil Elestianto Dardak, Ketua Tim Sembilan KH Solahudin Wahid, serta para petiggi partai pengusung.
Selain menemui para pendukung, rombongan Khofifah juga bertemu dengan Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (Askab) Banyuwangi.
Ketua Askab Banyuwangi, Agus Tarmidzi, mengatakan pihaknya bersama Askab Banyuwangi sengaja mengawal Khofifah karena respek. Dia menilai ada prestasi pada sosok Khofifah dalam bertugas di Kementerian Sosial yang berpengaruh positif bagi masyarakat perdesaan.
Emil Dardak mengaku senang bisa bersilaturrahim dengan para kepala desa se-Banyuwangi. “Kami senang bisa sarapan pagi bersama kepala desa di sini. Mudah-mudahan kami bisa menjadi penyambung silaturrahim antara Trenggalek dan Banyuwangi,” katanya.