Diakui Khofifah, almarhumah selama hayatnya mengabdikan hidupnya untuk kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dengan luar biasa. Di Muslimat NU, Nyai Aisyah Hamid Baidlowi mengomandani 144 panti asuhan karena menjabat sebagai ketua dewan pembina.
Selain itu, dia juga perintis 9.800-an PAUD, TK dan Raudlatul Athfal serta merintis koperasi Yayasan Haji Muslimat NU dan koperasi induk Annisa.
“Pelembagaan yayasan di lingkungan Muslimat NU adalah berkat rintisan beliau. Komitmennya luar biasa, Minggu lalu beliau masih memimpin rapat lima yayasan dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore,” ungkap Cagub Jatim nomor urut 1 ini.
Di tambahkan Khofifah, almarhumah juga pernah menjadi anggota DPR beberapa periode dari Partai Golkar. “Kami semua merasa kehilangan sosok teladan yang memberikan dedikasi dan kejuangannya melayani umat tanpa batas,” tandas mantan Mensos ini.
Kali terakhir Khofifah bertemu langsung dengan Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi pada 11 Februari 2018 saat KH Solahuddin Wahid (Gus Solah) melakukan tasyakuran atas nikmat perkawinannya ke 50 tahun. “Saya hadir dan beliau juga hadir,” ucapnya.