Mereka berdesakan tanpa alas kaki di bawah terik matahari serta bergantian memanggul keranda almarhum dengan diiringi bacaan tahlil melewati jalan-jalan protokol Kota Bangkalan.
Tiba di lokasi, jenazah almarhum kembali disholatkan di masjid yang ada di kompleks pasarean sebelum kemudian dikebumikan.
Almarhum KH Zubair Muntashar merupakan cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan yang merupakan guru dari para pendiri NU.
Meski tak berkecimpung di dunia politik, ulama kharismatik ini kerap didatangi para tokoh politik nasional untuk sekedar silaturrahmi.
Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir mengatakan, umat Islam khususnya warga NU merasa sangat kehilangan dengan wafatnya sosok ulama yang lurus dan tegas.
“Beliau banyak mengajarkan tentang kedamaian dalam hubungan antar umat manusia,” katanya.