SURABAYA, iNews.id – Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar berpeluang menggantikan posisi KH Ma’ruf Amin. Selain karena posisinya sebagai orang kedua di Rais Aam PBNU, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kedung Tarukan, Surabaya, ini dikehendaki oleh mayoritas kiai sepuh Jawa Timur (Jatim).
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mengatakan, seluruh kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren tua di Jatim menginginkan Kiai Miftah menjadi Rais Aam PBNU. Keinginan itu bahkan telah disampaikan kepada PBNU untuk menjadi pertimbangan.
“Kiai sepuh Jawa Timur sudah sepakat. Mengajukan permohonan agar Kiai Miftah menjadi Rais Aam. Tetapi semua tergantung sidang pleno di PBNU, menerima atau tidak,” kata Marzuki, Selasa (4/9/2018).
Marzuki menyampaikan, alasan pemilihan Kiai Miftah didasari atas beberapa faktor. Antara lain memiliki keilmuan dan kealiman cukup, punya koneksitas baik dengan ulama sepuh, serta memiliki akar kuat di pesantren kuno.
“Kiai Miftah ini besanan dengan pengasuh Pondok Sarang. Berarti punya akar kuat di kalangan pesantren dan umat. Seorang kiai kalau terkait dengan pondok tua berarti dukungan massa kuat, umat yang mengakar. Ini dibutuhkan oleh seorang Rais Aam. Apalagi beliau juga alim,” katanya.