"Alhamdulillahnya ada hasil positif juga, setelah mengunjungi beberapa rumah kami bisa memantau seperti layanan BPJS apakah mendapatkan layanan dengan baik. Terdaftar apa belum sebagai penerima manfaat bantuan dari pemerintah kabupaten, pusat atau provinsi," tuturnya.
Dia juga mengatakan, jika pada hari ini berdiri di rumah yang 2019 lalu sempat didatanginy dan jatuh cinta dengan dua anak laki-laki yang sangat luar biasa, kebetulan masih sekolah.
"Harapan saya tentu, meskipun warga ini tergolong warga miskin ekstrem, namun tidak ada anak-anaknya yang putus sekolah. Kita harus jemput bola untuk bisa cek keadaan masyarakat," ujarnya.
Untuk penanganan masalah kemiskinan ekstrem sendiri, pemerintah akan melakukan kerja keroyokan dengan semua perangkat daerah yang ada. Harapannya, dengan kerja keroyokan penanganan kemiskinan ekstrem ini dapat dilakukan lebih masif lagi.