"Genteng, genteng dan kayu di rumahnya juga ikut rusak, karena panasnya api. Tapi nggak sampai kebakar cuma kena efeknya api," tuturnya.
Korban sekaligus pemilik bengkel, Lukman mengaku saat kejadian memang ditinggal pulang posisi bengkel terkunci. Saat kejadian ada lima sepeda motor yang tengah berada di dalam bengkel.
"Tadi ngeces aki tapi tidak dinonaktifkan, perkiraan kerugian bangunannya saja Rp 150 juta, belum kendaraan di dalamnya total sekitar Rp 250 juta lebih. Di dalam ada sepeda motor lima, dua punya saya, tiga sepeda motor punya orang," katanya.