Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, di level pencegahan sudah dibentuk tim patmor (patroli motor) yang melaksanakan patroli untuk mencegah curanmor dan tawuran. Dia juga mengimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor agar mengkunci dobel motor dan untuk parkir di area yang sudah disedikan, di area perkantoran juga harus terpasang CCTV untuk memantau dari pelaku kejahatan.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim yang berhasil mengungkap serta masyarakat yang aktif dalam membantu menjaga kamtibmas di jawa timur," katanya.
Korban pencurian Wahyu Koviarini mengaku bersyukur sepeda motor miliknya sudah ditemukan. Selain itu polisi berhasil menangkap pelaku pencurian dengan waktu yang sangat cepat. "Saya juga sudah mendapatkan motor baru dari Pak Presiden, terima kasih pak Jokowi sudah mau membantu saya," katanya.
Sementara itu motor yang sudah ditemukan ini nantinya akan kembali digunakan untuk kerja sebagai ojek online (ojol) lagi. Sedangkan motor pemberian pak presiden akan digunakan suami juga untuk kerja sebagai ojol. "Alhamdulillah untuk kerja, nantinya bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," katanya.
Diketahui, Wahyu Koviarini, (28) warga Gogor RT 1 RW 2 , Jajar Tunggal, Wiyung, Surabaya menjadi korban pencurian. Seorang perempuan yang baru bekerja sebagai ojek online (ojol) kehilangan motornya saat terparkir di kawasan PTC, Surabaya.
Tak lama setelah dilaporkan ke pihak berwajib Polsek Dukuh Pakis dan di back up dari Unit IV, Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim. Kasus pencurian Sepeda motor ojol wanita itupun akhirnya terungkap. Pelaku NK, (37) warga Jalan Sunan Ampel Kelurahan, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ditangkap polisi kurang dari satu minggu.