Dia menambahkan, JKSN juga akan digawangi sekitar 14 kiai pengasuh ponpes yang masuk struktur kepengurusan. Mereka di antaranya KH Sulton Syair (Batang), KH Rifai (Magelang), KH Zainuri (Salatiga) dan KH Ali Mansur (Grobogan).
“Yang tergabung di JKSN sementara ini ada sekitar 60 kiai sekaligus pengasuh Ponpes di Jateng. Selain itu, otomatis di bawahnya kan banyak sekali santri,” ucapnya.
Kendati demikian, Agus mengungkapkan bahwa JKSN tidak terbatas di lingkup kiai dan santri. JKSN juga bisa di seluruh elemen masyarakat. “Sepanjang aspirasinya adalah kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” katanya.
JKSN juga akan bekerja sama dengan seluruh elemen yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. “Kami tidak akan berebut suara karena muaranya sama ke Pak Jokowi,” katanya.
Sebelumnya pada rapat konsolidasi persiapan deklarasi JKSN Jawa Tengah, Jumat (2/11/2018), sejumlah kiai sepuh pengasuh pondok pesantren turut hadir. Mereka antara lain KH Hanif Ismail dari Semarang, KH Abdul Halim dari Wonosobo, dan KH Izzudin dari Kendal.
Acara konsolidasi juga ditandai dengan pengalungan serban warna putih bertuliskan “Bersih, Merakyat, Kerja Nyata” serta penyematan pin JKSN tanda tekad memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Pengalungan serban, secara simbolis dilakukan Ketua Umum JKSN KH M Roziqi kepada sejumlah kiai sepuh.