Jelang Musim Hujan, Jasa Tirta: Kualitas Air Sungai Turun, Banyak Ikan Mabuk 

Lukman Hakim
Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan. (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

"Dari pengamatan kami, jenis sampah semakin banyak. Kalau dulu di hulu itu 30 persen adalah sampah anorganik, sekarang naik menjadi 40 persen seperti plastik, kaca dan berbagai material yang tidak bisa diuraikan," tuturnya. 

Hal ini diakibatkan oleh perubahan pola hidup masyarakat, utamanya di masa pandemi. "Banyak orang yang tinggal di rumah sebenarnya mengakibatkan kenaikan jumlah sampah rumah tangga. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai," ujarnya. 

Agar tidak terjadi banjir, BUMN pengelola sumber daya air itu juga telah menyiapkan tiga unit eskavator apung untuk melakukan pengambilan sedimen dan sampah dari sungai sepanjang musim hujan. "kami akan lakukan pengambilan sedimen di sungai dari Wringin Anom hingga Gubeng. Kami juga akan imbau, minta tolong kepada pemerintah kabupaten/kota untuk urusi sampai karena sampah sebenarnya tanggung jawab pemkab atau pemkot," ujarnya. 

Selain itu, peran masyarakat juga sangat diperlukan, di antarnya tidak membuang sampah padat di sungai. Dia mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih cukup rendah. Ada sekitar 20 titik pembuangan sampah di sepanjang aliran Kali Surabaya dari Driyorejo Gresik hingga Gunungsari Surabaya. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat di mana pun ketika membuang sampah hendaknya dibuang di tempat yang disediakan. Karena buntunya gorong-gorong banyak diakibatkan sampah. Di sisi lain, tempat pembuangan sampah juga kadang banyak yang dibangun di sisi sungai sehingga di hujan, sampah akan meluber hingga masuk sungai," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspada Potensi Hujan Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi di Bandung Raya hingga April

57 tahun lalu

9 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

57 tahun lalu

Musim Penghujan, BPBD Bangka Barat Pantau Aliran Sungai Antisipasi Banjir

57 tahun lalu

Angin Puting Beliung Terjang Pringsewu Lampung, 3 Desa Terdampak Kerusakan

57 tahun lalu

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Mulai 1 November, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal