Kapolsek Geger AKP Yunus dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan peristiwa itu. Menurutnya ini kejadian yang keempat di wilayah Kecamatan Geger. Satu di Desa Purworejo, dua di Desa Geger, dan satu lagi di Desa Sumberejo.
"Kejadian balon jatuh sudah empat kali di sini. Satu di Desa Geger, dua di Desa Purworejo, san satu di Desa Sumberejo," ujarnya.
Meski sudah berkali diingatkan, warga masih menerbangkan balon udara. Padahal, dampaknya sangat mengancam. Selain membahayakan penerbangan, balon udara juga berbahaya saat jatuh di daratan. Seperti yang terjadi sebelumnya, balon udara jatuh di persawahan, menyangkut kabel SUTET PLN. Seorang anak berusia sembilan tahun bahkan tercebur ke sumur lantaran mengejar balon udara yang jatuh.