Jalan Rezeki UMKM Makin Lapang, Produk Rumahan Kini Jadi Langganan Pameran

Ihya Ulumuddin
pelaku UMKM, Ananta Chandra menunjukkan kain lukis di gerai pojok batik Royal Plaza, Surabaya. (Foto: MPI)

Lebih menyenangkan lagi, di RKB, juga disiapkan mini gallery. Di tempat itulah semua UMKM binaan bisa memajang produknya, lengkap dengan alamat produksi dan nomor telepon.

Fasilitas itu memberi kesempatan UMKM binaan mendapatkan pelanggan. Sebab, lokasi tersebut kerap dikunjungi tamu-tamu penting.

"Kadang ada tamu dari luar Jawa datang berombongan. Lalu pesan," katanya.

Model pendampingan inilah yang diharapkan Ananta ada terus menerus, termasuk juga event pameran. Sebab, semakin banyak pameran, maka semakin besar peluang UMKM untuk terus berkembang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Farida Fitrianing Arum, mengapresiasi dukungan BRI terhadap UMKM di Surabaya. Sebab, dengan dukungan itu, UMKM bisa terus berkembang dan berdaya.

"Kami di Pemkot Surabaya juga melakukan hal serupa. Selain pendampingan, para pelaku UMKM juga kami bantu proses perizinan hingga pemasaran," katanya.

Contohnya, Pemkot Surabaya telah mendirikan Surabaya Kriya Gallery (SKG) di beberapa lokasi. Tempat tersebut menjadi wadah UMKM untuk memasarkan produknya.

Farida menyebutkan, ada sekitar 500 produk UMKM yang dipasarkan di SKG, terdiri atas makanan dan minuman (mamin), fashion, aksesoris, hingga kerajinan (craft). "Semua telah melalui proses kurasi. Paling banyak ada di SKG MERR (Jalan Dr Ir H Soekarno No II Middle East Ring Road), kemudian di SKG Siola (Gedung Siola lantai 1, Jalan Tunjungan No 1-3," ujarnya.

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero Tbk (BRI) Supari mengatakan, program Rumah BUMN sangat efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro dan ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang. Saat ini BRI telah memiliku 54 titik rumah kreatif BUMN dengan 400.000 lebih anggota.

Dari jumlah tersebut 49.148 UMKM di antaranya telah Go Digital. Sedangkan 22.648 lainnya telah Go Online. Sementara 872 UMKM lagu sudah Go Global.

UMKM yang dibina hampir semua klaster. Untuk industri kreatif seperti fashion, food and beverages, accessories & beauty, home décor & craft sebanyak 89.629 UMKM. Sedangkan 328.959 UMKM lainnya berasal dari sektor industri lain, seperti jasa perdagangan, layanan, pertanian, peternakan, Perkebunan dan perikanan. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Bawa Tenun Lurik Jangkau Pasar Lebih Luas

57 tahun lalu

Kredit Nol Persen Haguet Diluncurkan, 3.000 UMKM Kalteng Siap Naik Kelas

57 tahun lalu

LRT Sumsel Diserbu 213 Ribu Penumpang saat Lebaran, Ekonomi Rakyat Ikut Ketiban Berkah

57 tahun lalu

Menteri UMKM Maman Menangis saat Sidang Toko Mama Khas Banjar, Harap Hakim Ketuk Nurani

57 tahun lalu

Diskop UKMP Badung Gelar Jumat Ceria bersama Pelaku UMKM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal