Apalagi berdasarkan penuturan adik istrinya yang menemani di rumah sakit, menurut Tajul, istrinya sempat mendapat suntikan empat kali beberapa jam sebelum meninggal dunia.
“Selama di rumah sakit, istri saya hanya diperiksa dan dilayani oleh perawat biasa bukan dokter kandungan, padahal istri saya ini sedang dalam kondisi hamil tua,” katanya.
Terkait kasus meninggalnya ibu hamil, pihak RSUD Rato Ebuh Bangkalan menolak memberikan klarifikasi kepada awak media.