Dari keterangan keluarga, Suwarno kerap mengeluhkan penyakit katarak yang diderita. Penyakit yang mengganggu penglihatannya tersebut sudah berlangsung tiga tahun. Diduga hal itu yang mendorongnya nekat menyudahi hidup.
"Dari keterangan keluarga diduga karena sakit katarak," kata Imam Subechi.
Dari pemeriksaan korban, petugas tidak menemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh Suwarno. Karena menganggap peristiwa yang terjadi sebagai musibah, pihak keluarga menolak korban diutopsi.
"Pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi yang ditandatangani kepala desa setempat," kata Imam Subechi.