Pihaknya juga menyebut, telah mengamati radar BMKG Juanda sepanjang Senin sore hingga malam. Dimana dari pantauan radar BMKG Juanda tersebut, banyak ditemukan pertumbuhan awan kumulonimbus.
"Awan kumulonimbus adalah satu-satunya jenis awan yang dapat menghasilkan petir. Sambaran kilat dari awan ini menambah cahaya kemerahan dari langit tersebut," tuturnya.
Dirinya meminta agar masyarakat tidak panik dan terhindar dari isu-isu yang tidak bertanggung jawab pasca video fenomena petir dan langit berwarna merah dari Gunung Arjuno Welirang muncul.
"Masyarakat agar tidak panik, tetap selalu memantau dan mencari informasi yang valid, sehingga terhindar dari isu - isu yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Sementara itu Prakirawan BMKG Karangploso Edythya Ferlani W. memastikan, info yang beredar adanya aktivitas vulkanik di Gunung Arjuno Welirang tidak benar. Menurutnya, bila ada aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Arjuno Welirang, maka hal itu disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kalau pun ada aktivitas gunung, informasinya pasti dari PVMBG, yang biasanya diteruskan ke BPBD. Jadi bukan ranahnya BMKG kalau masalah aktivitas gunungnya," katanya.
Sebelumnya diberitakan aktivitas petir disertai dengan langit berwarna merah terlihat di kawasan Gunung Arjuno Welirang. Fenomena terlihat dari beberapa area di sekitar gunung dan terekam oleh kamera smartphone milik warga, pada Senin malam.