Warga menduga jenazah tersebut sudah terkubur bertahun-tahun. Sebab, selain tidak ada batu nisan, papan kayu yang biasa digunakan menutup liang lahat juga tidak ada. Bahkan warga kampung pun tidak mengetahui identitasnya.
"Begitu warga menggelali tidak nyangkut apa-apa, termasuk papan kayu. Jadi langsung kena jenazahnya itu. Dari situ, kemungkinan jenazah ini sudah dukuburkan lama," kata Ketua RT Kelurahan Ledok Kulon Kartono, Selasa (1/6/2021).
Sementara itu, untuk nisan makam, Kartono menduga sudah hilang sejak banjir besar yang melanda desa setempat 2007 lalu. Saat itu, area makam tenggelam dan banyak batu nisan hanyut terseret arus.