Emil mengatakan, telah ada pelatihan bagi pelatih berbagai cabor yang diadakan Dispora Jatim setiap tahunnya. Pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan PSHT untuk membentuk atlet pencak silat yang berprestasi.
"Fasilitas pelatihan tersebut harus dimanfaatkan oleh PSHT untuk membangun prestasi anggotanya, sekaligus mengembangkan budaya bangsa dan memperkuat nasionalisme. Karena seorang pelatih masih harus terus meningkatkan kapasitasnya baik dalam ilmu, skill maupun attitude," katanya.
Menurut Emil, sebagai salah satu organisasi bela diri terbesar di Indonesia, PSHT memenuhi syarat ikut menyumbangkan atlet berprestasi untuk negara. Selain sarana prasarana dan pelatih yang kompeten, PSHT akan dapat dengan mudah menemukan bibit atlet yang berbakat dan memiliki motivasi.
"Jadi di bela diri ini, ada jenjang tertentu yang dilalui oleh anggotanya. Biasanya dimulai sedini mungkin, antara 7-12 tahun," katanya.
Ketua Umum Pusat PSHT R Murjoko HW menyampaikan bahwa pihaknya berharap hubungan antar PSHT dan pemerintah dapat tetap terjalin baik. "Saya berdoa agar hubungan yang kita bangun ini tetap berjalan baik dan di masa depan dapat ditingkatkan. Selain itu, saya berharap Dimas Emil sebagai warga kehormatan kami, bisa terus menemani pergerakan dan perjuangan kami sampai akhir," ujarnya.
PSHT merupakan salah satu organisasi bela diri tertua Indonesia yang telah dibentuk di Madiun sejak 1922 dengan warga baru di Jatim yang dikukuhkan berjumlah 55.250 orang tahun ini. Rakorwil ini merupakan salah satu bentuk persiapan yang dilakukan dalam menyambut 1 Abad Hari Jadi PSHT yang jatuh pada 2 September 2022.