Terbaru abu vulkanik keluar dari kawah Jonggring Saloko pada pukul 09.04 WIB, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 88 detik. Pergerakan abu vulkanik tidak teramati karena gunung tertutup awan.
Dia menjelaskan, sepanjang Minggu (11/5/2025) sejak pukul 00.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sudah ada 56 kali gempa atau erupsi dengan amplitudo 10 - 22 mm dan lama gempa 57 - 140 detik.
"Terjadi tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2 - 7 mm, dan lama gempa 49-87 detik, 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm, dan lama gempa 24-46 detik," ucap petugas PGA, Ghufron Alwi.
Dia menuturkan, kemudian terjadi empat kali gempa harmonik dengan amplitudo 5-8 mm dan lama gempa 121-330 detik, tiga kali gempa tektonik jauh, dengan amplitudo 4-18 mm, S-P 11-28 detik dan lama gempa 30-76 detik.
"Satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 15 mm, dan lama gempa 8640 detik. Kesimpulan aktivitas Gunung Semeru berada di level II waspada," katanya.