"Keberseiringan antara gerakan ekonomi UMKM melalui tenun di sini dengan protokol kesehatan menjadi contoh yang bagus. Harapannya, ekonominya gerak, protokol kesehatan terjaga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.
Selain itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengapresiasi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang mendorong masyarakat terutama ASN Kota Kediri menggunakan masker tenun.
“Ini keren sekali. Tenun ikat Kota Kediri akan menjadi ikon baru bagi seragam di berbagai perkantoran dan sekolah sehingga tumbuh kembang tradisi tenun akan ketemu desain yang terus ter-update,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menjelaskan, Pemprov Jatim memiliki Millenial Job Center (MJC). MJC itu menyiapkan para millenial yang punya talen, misalnya web designer, fotografer, juru kamera, dan sebagainya.
“Kita punya beberapa format desain program berbasis Bakorwil. MJC kita tempatkan di Bakorwil seperti di Madiun, Malang, Pamekasan, Jember, dan Bojonegoro,” katanya.
Khofifah mengatakan, untuk menunjang MJC ini, telah disiapkan command center dan co working space yang baik. Tujuannya agar para milenial bisa berinteraksi dan tanpa dikenakan biaya.
Turut hadir meninjau Kampung Wisata Tenun Ikat di antaranya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Ketua Dekranasda Kota Kediri, Kepala Perwakilan BI Jatim Difi A Johansyah. Kemudian, Kepala Kanreg OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.