Gubernur Khofifah Ajak Parpol Jaga Situasi Kondusif Jelang Pilkada Serentak

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jatim Khofifah saat menghadiri Musda DPD Partai Golkar Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak partai politik (parpol) untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif, jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020. Pesan itu disampaikan Khofifah mengingat politik identitas masih cukup dominan di Jawa Timur.

Khofifah menyebut, berdasarkan survei LIPI dan Kemenag, tingkat toleransi relatif rendah, sehingga rentan bergeser pada konflik sosial. Karena itu seluruh pihak, termasuk partai politik harus bisa ikut menjaganya.

“Bagi partai yang akan mengusung kandidatnya, sinyal-sinyal seperti itu (kesadaran toleransi) kan sebaiknya digunakan sebagai GPS (kewaspadaan) bersama. Sebab, kita punya komitmen bersama untuk Jogo Jawa Timur, agar tetap aman dan kondusif,” kata Khofifah seusai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Partai Golkar Jawa Timur, Jumat (6/03/20). 

Pesan tersebut kata Khofifah tidak hanya untuk Partai Golkar yang sedang menggelar Musda, tetapi juga seluruh partai politik yang mengusung kandidatnya di Pilkada serentak nanti. “Komitmen itu (menjaga situasi kondusif) harus dibangun di setiap event, di setiap pertemuan, supaya saling mengingatkan bersama,” ujarnya.

Meski begitu, mantan Menteri Sosial era Joko Widodo-Jusuf Kalla ini tidak ingin masyarakat panik. Sebab, sampai saat ini situasi di Jawa Timur tetap terkendali.

“Saya tegaskan  bahwa kondusivitas di Jawa Timur tetap terjaga. Mari kita terus jaga kondisi ini di Jatim agar kekondusifan Jatim terjaga selamanya khususnya saat pilkada serentak 2020 digelar di 19 kota kab di Jatim,” katanya.

Diketahui, dari beberapa hasil survei menyebutkan kondisi toleransi di Jatim berada pada poin waspada.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal