GP Ansor Laporkan 3 Pemilik Akun Facebook Penghina Banser ke Polda Jatim

Ihya Ulumuddin
Pengurus PW GP Ansor seusai melaporkan tiga akun penghina alm Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

Melalui akun facebooknya, Mustofa Maksum menulis: “Orang ini sudah mati (panglima Banser). Mau bilang berbela sungkawa dgn tulisan bacaan Arab takut di bilang Kadrun dan ke arab2an, Biar aman dan menyenangkan saya ucapkan Salam Pancasila”. Ehh... ngomong2 di solatin di gereja atau bijimane...?!

Sementara Didik Prasetyo, warga Sumbermanjing Wetan RT 04 RW 01 Malang. Di akun facebooknya, Didik menulis, “Turut berbelasungkawa atas wafatnya Komandan besar kami, Salam Pancasila, semoga diterima amalan paling Pancasila beliau dan dilipatgandakan jariyah NKRI Harga Matinya. Dan Kepada Keluarga yang ditinggalkannya semoga selalu Majengjeng Mareketehe”.

Sedangkan Bang Jali warga asli Kota Balikpapan. Ia melalui akun facebooknya menulis, “Mayatnya jangan dikafani karena kafan bukan budaya nusantara. Bungkus saja pake daun pisang menyerupai lontong yang merupakan khas Nusantara”.

Menurut Rutab, ketiga orang tersebut dianggap melanggar Pasal 157 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara 2,6 tahun, dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE, juncto Pasal 45A ayat (2) UU ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun.

Rutab menjelaskan, Ansor sudah kehilangan kesabaran. Sebab selama ini sering di-bully di media sosial dan sering dimaafkan karena berjanji tidak akan mengulangi lagi. “Tapi yang terakhir ini, kami minta kepolisian khususnya Polda Jatim untuk memprosesnya sesuai UU yang berlaku,” katanya.

Bukan hanya kader Ansor yang masih hidup, yang meninggal pun juga di-bully. Tak terkecuali Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni yang meninggal di Ruma Sakit Kramat Jakarta pada Rabu (11/3/2020) pekan lalu.

Rutab menegaskan, keluarga besar Ansor tengah berduka dan kehilangan mendalam atas kematian Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni. “Ternyata masih ada orang yang tega membully Kasatkornas kami yang baru saja meninggal,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Kecelakaan Mobil Rombongan Pengantin di Tol Jombang-Mojokerto, 10 Penumpang Luka

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

Ayah Tiri Perkosa 2 Anak Kembar Sekaligus di Surabaya, Salah Satu Korban Hamil

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal