Berkaitan dengan hal tersebut, kata dia, yang dapat diambil pelajaran kontestasi Pilpres 2024 membutuhkan politik adu gagasan untuk memastikan jalan masa depan Indonesia tetap berada pada rel pemajuan bangsa dan negara kedepan.
Menurut dia, tingginya dosis politik gimmick hanya akan memperdaya publik dan mengelabui kesadaran publik bahwa pasangan yang menggunakan politik gimmick sebetulnya mereka tidak siap mengelola negara dengan gagasan dan praktik bernegara, di mana mereka telah mengalami kekalahan awal politik yaitu kekalahan politik gagasan.
Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang menghadiri undangan debat publik di UMS meminta maaf atas ketidakhadiran Gibran di acara tersebut.
"Hari ini saya minta maaf saudara Gibran Rakabuming Raka tidak bisa hadir, karena ada acara lain yang bersamaan waktunya di Jatim juga, tapi yang menyelenggarakan adalah Nahdlatul Ulama," kata Prabowo.
Meski begitu, Prabowo menegaskan tidak perlu khawatir mengundang Gibran saat ada dialog. Sebab Gibran dipastikan bersedia jika diundang dialog.
"Tapi saya minta maaf Mas Gibran. Setiap saat saudara-saudara ingin dialog, Mas Gibran pasti mau," ujarnya.