"Setelah menemukan itu, warga kemudian melaporkan ke pihak desa dan ke Polsek Pujon juga Polres Batu," katanya.
Anggota Polsek Pujon dan Polres Batu kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan lokasi penemuan mortir agar tidak ada warga yang mendekat.
Saat tim Jihandak Brimob Polda Jatim tiba ke lokasi, ternyata mortir-mortir tersebut masih dalam kondisi aktif. Beruntung warga yang curiga tidak mengotak-atik dan menyentuhnya sehingga tidak ada yang meledak.
"Mortir tersebut kami yakini masih dalam kondisi aktif karena itu kami bawa ke tempat yang lebih aman. Kami juga pasang garis polisi agar warga tidak mendekat sebelum mortir tersebut dievakuasi," ucapnya.
Trimo menduga, mortir ini merupakan peninggalan sisa Perang Dunia II yang tidak sengaja terjatuh dan tertinggal. Sebab lokasi penemuannya tidak jauh dari pemukiman warga sehingga tidak mungkin ada latihan militer di sana.
Selain itu, jika dilihat dari bentuknya cukup kuno jika dibandingkan model mortir zaman sekarang. Namun, mortir tersebut masih berbahaya karena terdapat kandungan bahan peledak di dalamnya.
"Rencananya mortir tersebut akan dimusnahkan hari ini oleh tim Gegana. Kemarin hanya dievakuasi saja dan dibawa menjauh dari pemukiman warga," ujarnya.