Penemuan jasad bayi itu bermula ketika warga mencium aroma tidak sedap dari saluran selokan di desa tersebut. Karena curiga, warga kemudian melaporkan temuan itu kepada perangkat desa setempat.
Perangkat Desa Trisono, Prayetno, mengatakan dirinya langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Ada warga yang melapor ke saya, mencium bau tak sedap. Setelah di chek ternyata jasad bayi, lalu saya lapor ke Polsek,” kata Perangkat Desa Trisono, Prayetno.
Setelah laporan diterima, aparat kepolisian bersama warga mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal terhadap jasad bayi tersebut.
Hingga kini, identitas bayi masih belum diketahui secara pasti, termasuk jenis kelamin dan usia bayi saat ditemukan. Polisi berencana melakukan autopsi di RSUD dr Harjono Ponorogo guna mengetahui penyebab kematian korban.
“Tidak tahu kalau jenis kelaminnya. Umurnya sudah berapa hari juga belum tahu saya,” ucapnya.
Kasus penemuan jasad bayi di Ponorogo tersebut kini masih dalam proses penyelidikan intensif aparat kepolisian.