"Yang daftar mengisi formulir empat tapi yang kembali ke lembaga cuma dua. Kalo melihat sekolah, jelas wali murid akan bilang sekolahane arep ambruk," ujar Wiji Utami, Jumat (4/7/2025).
Banyaknya sekolah yang juga mengajukan permintaan serupa, kata dia SDN Jabon 2 hanya mendapatkan perbaikan sebagian ruangan, dan itupun tidak tuntas karena keterbatasan anggaran.
Sebagai langkah darurat, guru-guru sekolah terpaksa menyemen lantai dua ruangan belajar menggunakan dana hasil iuran internal, karena kondisi sebelumnya masih berlantaikan tanah. Usaha swadaya tersebut belum cukup untuk mengatasi seluruh kerusakan yang ada.