Jenazah korban selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Dokter forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, dr Edy Suharto, mengatakan korban hanya mengalami satu luka akibat senjata tajam. Namun luka tersebut sangat fatal karena merusak organ dalam.
"Kalau luka luarnya cuma satu ya. Perut sebelah kiri. Kemudian hasil autopsi itu ada robekan sampai usus yang jadi penyebab kematiannya. Tak ada luka lain. Luka di badan itu aja. Bekas luka karena senjata tajam," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Hasil autopsi juga menunjukkan luka robek tersebut menembus hingga bagian belakang tubuh korban. Cedera berat pada bagian perut dan usus itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sementara itu, polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang kabur setelah pembacokan. Aparat juga terus menyelidiki untuk mengungkap secara lengkap kronologi peristiwa tersebut.