“Setelah kami periksa ternyata bangunan dari bata. Akhirnya penggalian dihentikan,” katanya.
Naim mengatakan, posisi bangunan kuno tersebut hanya sekitar 1 meter di atas permukaan tanah. Namun, saat digali, bangunan cukup dalam.
“Ke bawahnya ada sekitar 4 meter. Sementara panjangnya hanya 2,5 meter. Selebihnya terputus,” ujarnya.
Atas temuan ini, warga setempat berharap pemerintah melalui Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim segera datang dan meninjau lokasi.