Atas kondisi ini, dalam dua hari ini pihaknya terus berkoordinasi, melakukan pemetaan atas berbagai kemungkinan akibat La Nina. “Misalnya, mana sih wilayah Jatim yang berpotensi curah hujan tinggi, kabupaten mana. Kemudian berpotensi bencana apa, sehingga nanti lebih fokus,” ujarnya.
Sebelumnya, Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nurseno mengaku, telah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait bencana hidrometeorologi. Sejumlah peralatan dan logistik, kata dia, mulai disiapkan.
Selain melakukan sosialisasi kepada BPBD kabupaten/kota, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca. “Kami menjalin komunikasi dengan BMKG dan Basarnas serta penyiapan peralatan dan logistik,” tutur Satriyo.
Tak hanya itu, BPBD Jatim, juga sudah mengeluarkan surat imbauan yang ditandatangani Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono terkait kesiapsiagaan dan kewaspadaan kepada pemerintah kabupaten/kota pada 28 September 2020.
“Melalu media sosial, kami melakukan sosialisasi ke masyarakat,” katanya.