"Bu Risma itu 24 jam bekerja untuk Surabaya dan Mas Eri mengikutinya. Jadi Mas Eri tahu seluk-beluk untuk menangani Surabaya ke depan yang lebih baik lagi," katanya.
Selain itu, dia mengatakan, Eri berasal dari keluarga besar Pondok Sidoresmo, kompleks pesantren yang ada di kawasan Kota Surabaya. Karena itu tidak ada alasan Nahdliyin tidak memilihnya.
Sementara itu, Eri Cahyadi mengatakan, sempat izin kepada para kiyai untuk maju di Pilkada Surabaya. Awalnya dia mengaku bimbang untuk maju, karena belum siap melepas jabatannya sebagai ASN.
"Maklum masa pensiun saya sebagai ASN masih 18 tahun lagi. Setelah mendapat izin dan restu dari ibu saya dan para kiyai, bismillahirrohmanirrohim saya mantap untuk maju Pilkada Surabaya," ujar dia.