Selama sebelas tahun berjalan, program bantuan kaki palsu tersebut telah memberi manfaat kepada lebih seratusan penerima. Mereka tak hanya berasal dari Jember saja, tapi juga kabupaten tetangga dan sekitarnya.
Dia berharap, kegiatan ini dapat berlanjut, karena merupakan pengembangan dari unit rehabilitasi RSBS Jember. Pihaknya menggandeng teknisi yang sekaligus perajin kaki palsu lokal. “Jadi ini asli produk Jember. Hasilnya pun lebih ringan. Jika biasanya berat kaki palsu mencapai 4,5 kilogram, ini hanya 2,5 kilogram. Sehingga memudahkan mobilitas penggunanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Sehat drg Abdul Rochim memaparkan, bantuan kaki palsu tersebut gratis. Tanpa pungutan apapun. Dananya diambilkan dari zakat yayasan yang diperuntukkan bagi warga duafa. Komitmen inilah yang terus dijalankan oleh Yayasan Bina Sehat sampai sekarang.
“Saat ini beban warga tidak mampu makin berat. Karena biaya hidup makin mahal dan bantuan pemerintah terus berkurang. Selain program bantuan kaki palsu, kami juga menyiapkan 50 ambulans gratis. Tidak ada kutipan biaya apapun,” paparnya.