Sementara itu, Abdul Ghoni menangis haru mendapatkan kebaikan dari anggota polisi dan beberapa warga. Dia hanya bisa berucap terima kasih dan berdoa semoga semua kebaikan itu dilipatgandakan oleh Tuhan.
"Saya bersyukur. Terima kasih," katanya.
Abdul Ghoni mengatakan sudah cukup lama menempati gubuk reyot tersebut. Selama ini dia tinggal bersama istrinya Desy Priastuti, (27), dua anaknya, Dedy Febrian, 3 tahun dan Febby Indahmaulia, 1 tahun. Serta kakak lelakinya.
"Dari kecil saya gak tau orang tua laki-laki saya. Saya ndak sekolah sama sekali, kerjanya ya serabutan. Sekarang kerja di porang, alhamdulillah ini dibantu bikin rumah. Senang sekali," ucapnya lirih.
Abdul Ghoni mengatakan, selama ini dia mendapat upah Rp 65.000 per hari dari pekerjaannya sebagai buruh tani di lahan porang milik Suyit. Namun, uang tersebut hanya cukup untuk kebutuhan makan. Karena itu dia tidak pernah berpikir untuk membangun rumah.
"Buat makan saja sulit, ini kerja di porang juga baru," katanya.
Kini Abdul Ghoni bisa tersenyum. Dia berterima kasih kepada warga dan pihak yang membantu, utamanya Anggota Polsek Gondang Rohman Djauhari. "Semoga warga semua yang membantu diberi imbalan setimpal dari Yang Maha Kuasa," katanya.