Lebih dari itu, Khofifah juga ingin membangun negara dengan berbagai elemen strategis yang dimiliki Muslimat. "Kami ingin Indonesia tetap bersatu, NKRI teguh. Kami ingin Pancasila menjadi bagian dari referensi bernegara," katanya.
Karena itu, lanjut Khofifah, Aswaja adalah jawabannya. "Aswaja bagi NU bukan hanya visi perjuangan keagamaan. Tetapi bahwa ada bangunan komunikasi mabadi khoirul ummah, ada referensi yang jadi doktrin bagi NU. Tawasud, tawazzun, tasammuh, dan al adalah," tandasnya.
Khofifah meyakini, mereka yang memegang teguh kosep NU, tidak akan terserat ekstrim kanan, maupun ekstrem kiri. Sebab, mereka punya konsep membangun keseimbangan.
"Kami sangat hargai perebedaan pilihan. Tetapi kita harus wujudkan demokrasi berkualitas. Dan tentukan pilihan (calon presiden) yang bisa majukan kehidupan bangsa dan negara," katanya.